Kunjungi Kemenkes RI, Komisi IV DPRD Kabupaten Sambas Usulkan Penambahan BMPH

Komisi IV DPRD
Kunjungi Kemenkes RI, Komisi IV DPRD Kabupaten Sambas Usulkan Penambahan BMPH

Kabar Lokal -Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sambas Bidang Kesejahteraan Sosial melakukan koordinasi dan konsultasi ke Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Sekretariat Jenderal Kesehatan Republik Indonesia, Kamis (26/2/2026) di Jakarta.

Konsultasi ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sambas, Mardani. Kehadiran Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sambas disambut langsung oleh Marlina Indah Susanti selaku Ketua Tim Kerja Tata Kelola, Pemantauan dan Kepatuhan Pelaksanaan Transformasi Teknologi Kesehatan, di Rumah Rapat 3 Pusdatin Kemenkes RI.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sambas, Mardani mengatakan kunjungan kali ini bertujuan untuk melakukan konsultasi terkait usulan penambahan ketersediaan sarana penunjang bahan medis habis pakai (BMHP) untuk pelaksanaan Program Kesehatan Gratis di Kabupaten Sambas.

Menurut Mardani kunjungan ini, menjadi salah satu atensi DPRD Kabupaten Sambas untuk meningkatkan kualitas layanan Kesehatan dalam menunjang pelaksanaan Program kesehatan gratis di Kabupaten Sambas.

“Alhamdulillah, hari ini kami Komisi IV DPRD bersama Dinas kesehatan Kab Sambas, dapat berkunjung ke Kementerian Kesehatan guna sharing serta berupaya menyampaikan usulan untuk penambahan sarana penunjang bahan media Habis pakai,” kata Mardani.

Mardani menegaskan bahwa pihak DPRD Kabupaten Sambas siap berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dan mendukung penuh program kesehatan gratis.

“Kedepannya kita berharap akan ada kolaborasi antara DPRD dan Dinas kesehatan dengan menyandingkan kegiatan reses dengan pemeriksaan kesehatan gratis sampai di tingkat desa,” ujar Mardani.

Terakhir, Mardani berharap konsultasi ini kementerian kesehatan dapat memberikan atensi lebih kepada Kabupaten Sambas dalam ketersediaan bahan medis menunjang program kesehatan gratis. Terlebih, Kabupaten Sambas  merupakan poros lintas batas dua negara Indonesia dan Malaysia timur.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *